MESIN BUBUT…

MESIN BUBUT

tepi ini dan naik di sepanjang permukaan pahat. Secara berkala, sejumlah kecildari tepi yang agak memisah dan jatuh dengan serpihan atau menempel permukanyang dibubut. Karena aksi ini maka, kehalusan permukaannya tidak sebaik biladengan serpihan kontinu. Tepi yang tegak tetap agak konstan selama memotongdan pengaruhnya adalah agak mengubah sudut garuk. Tetapi, denganmeningkatnya kecepatan potong, ukuran dari tepi yang terkurangi denganmenipiskan Gram ataupun menambah sudut garuk, meskipun pada beberapa bahan ulet tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Bentuk-bentuk gram ditujukan pada gambar 1.6. dibawah ini :

Gambar. 1.6. Bentuk-Bentuk Gram

(Amstead, 1979)

1.3.6 Jenis Mata Pahat BubutGambar 1.7 Jenis Mata Pahat dan Bubut

| 10

A. Tidak kontinu, B. Kontinu, C. Kontinu dngan tepi yang terbangun.

AB C

 

 

Berbagai jenis pahat bubut:

1=Pahat kikis tekuk kanan, 2=Pahat kikis luris kanan, 3=Pahat kikis luruskiri,4=Pahat kikis samping kanan, 5=Pahat pucuk samping kanan,6=7=Pahat poles pucuk, 8=Pahat poles lebar, 9=Pahat bubut sampingkanan, 10=Pahat bubut samping kiri, 11=Pahat alur, 12=Pahat ulir pucuk,13=Pahat penggal, 14=Pahat bubut bentuk, 15=Pahat bubutdalam,16=Pahat sudut dalam, 17=18=Pahat kait, 19=Pahat ulir dalam.

1.3.7Elemen Dasar Proses Pembubutan

Elemen-elemen dasar proses pembubutan :1.

Kecepatan potong

(cutting speed)

Kecepatan potong didefinisikan sebagai kecepatan pada sebuah titik disekeliling benda kerja melewati pahat potong dalam satu menit.

min/1000..

mnd v

π  

=

……………………………………………………………………………..(1.1)dimana:n = putaran spindel (rpm)d = diameter rata-rata (mm)

2

mo

d d d 

+=

(mm) ………………………………………………………………………… (1.2) 

Gambar 1.8. Proses Pembubutan2.Kecepatan makan

min/;

mmn  f  v

×=

………………………………………………………………………….(1.3)dimana:

 f 

= gerak makan (mm/ langkah)| 11

dmdo

 

 

3.Waktu pemotongan (cutting time)

 putaran  feed otongan PanjangPem

×=

 timeCutting

(min)

vf  l T 

cc

=

………………………………………………………………………………(1.4)4.

Kedalaman potong

(depth of cut)

2

mo

d d a

−=

( mm) ………………………………………………………………………..(1.5)

5.Kecepatan penghasilan gram

min)/(;..

3

cmva  f   Z 

=

…………………………………………………………………….(1.6.)6.

Rasio pemotongan

(cutting qf ratiokhip compression ratio)

co

t t r 

=

………………………………………………………………………………………(1.7.)dimana:

o

= ketebalan gram sebelum terpotong (kedalaman potong) (mm)

c

= ketebalan gram setelah terpotong (mm )

1.3.6.Faktor-faktor keamanan yang perlu diperhatikan

Mesin dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak dilakukan sesuai dengan prosedur, meskipun dia dilengkapi dengan berbagai macam alat keamanan.Berikut ini adalah beberapa regulasi keamanan yang perlu diperhatikan selamaoperasi mesin bubut.Hal-hal yang perlu diperhatikan selama mengoperasikan mesin bubut:1.Jangan mencoba mengoperasikan mesin jika belum mengerti benar akan prosedur  pengoperasian mesin.2.Jangan menggunakan pakaian yang kedodoran, cincin, jam tangan jikamengoperasikan mesin.3.Selalu menghentikan mesin sebelum melakukan pengukuran.4.Selalu menggunakan sikat baja untuk membersihkan gram.5.Sebelum memasang atau melepaskan kelengkapan mesin, yakinlah bahwa aruslistrik sudah dimatikan.6.Jangan membuat goresan yang dalam pada benda kerja. Hal ini akan membuatlendutan/momen pada benda kerja

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s